BRIDA Surabaya Pamerkan Inovasi Riset dan Teknologi di Surabaya Great Expo 2026

Edukasi Jatim | Kamis, 3 September 2026

SURABAYA — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya memanfaatkan ajang Surabaya Great Expo 2026 untuk memperkenalkan sejumlah hasil riset dan inovasi daerah kepada masyarakat. Beragam inovasi tersebut dikemas melalui pendekatan edukatif dan interaktif agar teknologi dan hasil penelitian lebih mudah dipahami sekaligus menarik bagi pengunjung.

Keikutsertaan BRIDA dalam pameran yang berlangsung pada Agustus 2026 itu menjadi salah satu cara pemerintah daerah mempersempit jarak antara dunia riset dan masyarakat. Pengunjung tidak hanya disuguhi informasi mengenai penelitian, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan sejumlah produk dan teknologi yang dikembangkan untuk mendukung pembangunan Kota Surabaya.

Konsep booth BRIDA memadukan unsur pendidikan, teknologi, dan hiburan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah VR World of Mangrove, yang memberikan pengalaman virtual mengenai ekosistem mangrove. Pengunjung juga dapat melihat bibit mangrove dan berbagai produk turunannya yang dikembangkan dari potensi sumber daya pesisir.

Teknologi digital lainnya hadir melalui photobooth Augmented Reality (AR) yang dapat digunakan pengunjung secara gratis. Sementara itu, permainan edukatif Mangrove Throne mengajak masyarakat mengenal ekosistem mangrove melalui pendekatan permainan yang lebih ringan dan interaktif.

Tidak berhenti pada teknologi berbasis visual dan permainan, BRIDA turut memperkenalkan sejumlah program riset yang berkaitan dengan persoalan pembangunan dan lingkungan. Beberapa di antaranya adalah BRIDA STEP, BRIDA Bright, Pirolisis, Free Carbon Area, Biodiversity, Silvo Fishery, Padi Biosalin, dan Terangin.

Rangkaian inovasi tersebut memperlihatkan bagaimana penelitian dapat diarahkan untuk menjawab persoalan konkret di tingkat daerah. Mulai dari pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sumber daya pesisir, ketahanan pangan, energi, hingga pengembangan teknologi yang mendukung keberlanjutan.

Kehadiran BRIDA di Surabaya Great Expo 2026 juga tidak hanya menampilkan hasil penelitian yang dikembangkan pemerintah daerah. Booth tersebut turut memperlihatkan karya riset dan inovasi dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta sektor swasta yang sebelumnya diperkenalkan dalam Festival Riset dan Inovasi Kota Surabaya.

Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem inovasi daerah. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghasilkan solusi atas berbagai persoalan perkotaan. Perguruan tinggi memiliki kapasitas riset, dunia usaha mempunyai kemampuan hilirisasi, sementara masyarakat menjadi pengguna sekaligus sumber berbagai kebutuhan inovasi.

Dari perspektif pembangunan daerah, pameran semacam ini juga memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar memperkenalkan teknologi. Masyarakat dapat melihat bahwa hasil penelitian memiliki peluang untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari kebijakan pembangunan.

BRIDA berharap keikutsertaannya dalam Surabaya Great Expo 2026 dapat meningkatkan literasi masyarakat mengenai riset dan inovasi. Pameran tersebut sekaligus diharapkan membuka peluang kolaborasi baru antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.

Bagi Surabaya, pengembangan inovasi menjadi semakin penting di tengah tuntutan kota untuk menghadapi persoalan lingkungan, perubahan iklim, kebutuhan pangan, energi, dan transformasi digital. Karena itu, keberadaan riset yang tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, menjadi salah satu ukuran penting keberhasilan inovasi daerah.

Melalui pameran tersebut, BRIDA ingin menunjukkan bahwa inovasi bukan sekadar teknologi baru. Inovasi juga merupakan proses menemukan cara yang lebih efektif untuk menyelesaikan persoalan masyarakat. Kolaborasi riset, pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi modal penting untuk membangun Surabaya sebagai kota yang inovatif sekaligus berkelanjutan.

(~CAL)


Referensi: Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Surabaya, dipublikasikan 5 Agustus 2026.