Surabaya – Transformasi digital di sektor pertanian tidak lagi sebatas wacana. Di lingkungan kampus, inovasi tersebut mulai diwujudkan melalui pengembangan Kelas Interaktif Digital Agroteknologi di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur. Fasilitas pembelajaran ini menjadi salah satu langkah perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi digital mahasiswa sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan pertanian modern.

Kelas interaktif tersebut dirancang untuk mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga dikenalkan pada penerapan teknologi seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), analisis data pertanian, sensor lingkungan, hingga sistem pemantauan tanaman berbasis digital.

Ketua Program Studi Agroteknologi UPN "Veteran" Jawa Timur Dr. Ir. Bakti Wisnu Widjajani, M.P. menjelaskan bahwa perubahan pola pembelajaran menjadi kebutuhan seiring berkembangnya konsep Smart Agriculture. Menurutnya, dunia pertanian saat ini membutuhkan lulusan yang mampu memanfaatkan teknologi dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Melalui kelas digital tersebut, mahasiswa dapat melakukan simulasi pengelolaan lahan, mempelajari cara kerja sensor kelembapan tanah, memahami sistem irigasi otomatis, hingga menganalisis data pertumbuhan tanaman menggunakan perangkat lunak pendukung. Pendekatan itu diharapkan dapat memperkuat keterampilan praktis mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja maupun kegiatan penelitian.

Pengembangan fasilitas pembelajaran digital juga menjadi bagian dari upaya memperluas literasi digital di lingkungan kampus. Literasi digital tidak hanya dipahami sebagai kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan mengakses, menganalisis, mengelola, dan memanfaatkan informasi secara kritis untuk menyelesaikan berbagai persoalan di bidang pertanian.

Sejumlah mahasiswa menilai keberadaan kelas interaktif memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif. Visualisasi data secara langsung membantu mereka memahami hubungan antara kondisi lingkungan dengan pertumbuhan tanaman. Di sisi lain, penggunaan platform digital mendorong mahasiswa lebih terbiasa bekerja dengan data yang menjadi dasar pengambilan keputusan dalam sistem pertanian presisi.

Selain mendukung kegiatan perkuliahan, fasilitas tersebut membuka peluang kolaborasi riset antara dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan teknologi pertanian berbasis IoT dan AI. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi solusi yang relevan bagi kebutuhan petani, khususnya dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air, pupuk, serta pengendalian hama melalui sistem pemantauan yang lebih akurat.

Akademisi menilai transformasi digital di perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Penguasaan teknologi digital dipandang sebagai kompetensi yang tidak terpisahkan dari bidang pertanian, mengingat sektor tersebut kini semakin bergantung pada pemanfaatan data, otomasi, dan kecerdasan buatan.

Meski demikian, pengembangan pembelajaran digital masih menghadapi sejumlah tantangan. Kesiapan infrastruktur teknologi, peningkatan kompetensi digital tenaga pendidik, serta kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan teknologi dengan kebutuhan lapangan menjadi aspek yang perlu terus diperkuat.

Melalui Kelas Interaktif Digital Agroteknologi, UPN "Veteran" Jawa Timur menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya berorientasi pada digitalisasi ruang belajar, tetapi juga pada pembentukan lulusan yang adaptif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Inisiatif ini sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan literasi digital dan inovasi menuju ekosistem Smart Agriculture di Indonesia. (cal)

Referensi:

  1. Program Studi Agroteknologi UPN 'Veteran' Jawa Timur. Ruang Smart Interaktif Program Studi Agroteknologi. Tersedia di: https://agrotek.upnjatim.ac.id/ruang-smart-interaktif/

  2. Program Studi Agroteknologi UPN 'Veteran' Jawa Timur. Experimental Farm Program Studi Agroteknologi. Tersedia di: https://agrotek.upnjatim.ac.id/experimental-farm-kebun-percobaan-agrotechnology-study-programme-upn-veteran-jawa-timur/

  3. Universitas Pembangunan Nasional 'Veteran' Jawa Timur. Profil dan informasi resmi universitas. Tersedia di: https://www.upnjatim.ac.id

  4. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program Smart Farming dan transformasi digital sektor pertanian. Tersedia di: https://www.pertanian.go.id

  5. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization>. (2018). A Global Framework of Reference on Digital Literacy Skills for Indicator 4.4.2.

  6. Wolfert, S., Ge, L., Verdouw, C., & Bogaardt, M. J. (2017). Big Data in Smart Farming – A Review. Agricultural Systems, 153, 69–80.

  7. Alreshidi, E. (2019). Smart Sustainable Agriculture Solution Underpinned by Internet of Things (IoT) and Artificial Intelligence (AI). arXiv:1906.03106.