Akselerasi teknologi yang melaju pesat di tahun 2026 membawa tantangan baru bagi masyarakat Jawa Timur. Kehadiran Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) yang makin masif, ancaman kebocoran data pribadi, serta peredaran hoaks menuntut penguatan kapasitas digital yang tidak lagi sekadar bisa mengoperasikan gawai, melainkan berpikir kritis dalam menyaring informasi.

Merespons tantangan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) gencar menggulirkan program edukasi massal. Salah satu langkah konkretnya adalah pelaksanaan program Cerdig (Cerdas Digital) yang terus berjalan secara berkala, seperti yang digelar di Surabaya pada 23–24 Juni 2026 lalu.

Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan bahwa transformasi digital di berbagai sektor seperti pendidikan dan ekonomi kreatif harus diimbangi dengan kontrol diri dan kesadaran masyarakat.

"Ruang digital memberikan banyak manfaat, namun juga memiliki tantangan yang harus kita hadapi bersama. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kecakapan digital agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab," kata Sherlita dalam rilis resmi Kominfo Jatim.

Kolaborasi Kesehatan Mental dan Pengendalian Gawai

Tantangan digital tahun 2026 di Jawa Timur tidak hanya menyasar aspek teknis siber, melainkan juga kesehatan mental. Melalui dialog interaktif "Ruang Publik" TVRI Jatim, Diskominfo berkolaborasi dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya guna mengantisipasi kecanduan gawai pada anak dan remaja. Dampak paparan layar yang tidak terkontrol dinilai memicu kecemasan dan penurunan interaksi sosial, sehingga penguatan literasi digital berbasis keluarga kini menjadi prioritas utama.

Benteng Menghadapi Era AI di Daerah

Kesadaran akan pentingnya literasi digital sebagai pelindung di era kecerdasan buatan (AI) juga tumbuh subur di tingkat kabupaten/kota. Pada akhir Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar Festival Literasi Lamongan Pusta Raya.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyatakan bahwa penguatan literasi digital merupakan benteng utama bagi generasi muda agar tidak tersesat oleh informasi hasil rekayasa AI. Hal ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI di pusat yang tengah memperbarui arah literasi digital nasional agar lebih adaptif dan relevan dengan etika kecerdasan buatan dan keamanan siber.

Indeks Masyarakat Digital Jatim Lampaui Nasional

Upaya masif yang dilakukan secara kolektif ini membuahkan hasil positif pada angka Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI). Berdasarkan data rilis terbaru Kementerian Kominfo, rata-rata indeks IMDI Provinsi Jawa Timur berhasil mencapai angka 49,17, jauh melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 44,53.

Beberapa daerah bahkan mencatatkan lompatan luar biasa. Kota Mojokerto, misalnya, mencatatkan nilai IMDI sebesar 52,38, yang mengubah klasifikasinya menjadi kategori "Tinggi". Lonjakan ini didorong oleh kuatnya pilar infrastruktur digital dan tingginya pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi untuk produktivitas ekonomi.

Meskipun wilayah Jawa Timur sangat luas—mencakup wilayah daratan hingga kepulauan terpencil—sinergi antara edukasi siber, penguatan infrastruktur, dan keterlibatan komunitas di tahun 2026 ini membuktikan komitmen kuat Jawa Timur dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, aman, dan kompetitif. (gik/md)

Referensi :

  1. Lewat CERDIG, Diskominfo Jatim Perkuat Literasi Digital di Sekolah Rakyat. Tersedia di : https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/lewat-cerdig-diskominfo-jatim-perkuat-literasi-digital-di-sekolah-rakyat

  2. Talenta Digital Jatim Mendunia, Pemprov Jatim Teken Adendum MoU dengan BPSDM Komdigi RI. Tersedia di : https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/talenta-digital-jatim-mendunia-pemprov-jatim-teken-adendum-mou-dengan-bpsdm-komdigi-ri

  3. Festival Literasi Lamongan "Pusta Raya 2026" Siap Hadirkan Semangat Literasi untuk Masyarakat. Tersedia di : https://turi.lamongankab.go.id/posting/54927